Arti Dari Tawadhu'
Post under Buletin Jum'at
Secara bahasa , Tawadhu’ berasal dari kata tawadha’ayatawadha’un yang berarti
merendahkan diri atau meletakan dibawah. Secara istilah Tawadhu’ berarti
menghargai orang lain, menganggap bahwa orang lebih baik, lebih benar dan lebih
mulia. Penghargaan dan pengagungan yang proposional, bukan Taklid buta. Tawadhu’
juga diartikan dengan menerima kabenaran dari siapapun datangnya, atau siap
menerima kebenaran tanpa melihat siapa yang berbicara. Jadi Tawadhu adalah
“melebur dan merendahkan diri dihadapan Allah SWTdan dihadapan
hamba-hamba-Nya.
Ibnu Qoyyim dalam kitab Madarijus Salikin berkata : “barang
siapa yang angkuh untuk tunduk kepada kebenaran walaupun dating dari anak kecil
ataupun orang yang marahainya atau yang dimusuhinya, maka kesombongan orang
tersebut hanya lah kesombongan kepada Allah karena Allah adalah Al-Haq(benar);
kalamnya benar, agamanya benar. Kebenaran datangnya dari Allah dan kepada-Nya
lah akan kembali. Barang siapa menyombongkan diri untuk menerima kebenaran
berarti ia menolak segala yang datatng dari Allah dan menyombongkan diri
dihadapan-Nya.”
Sifat Tawadhu’ sangat erat hubungannya dengan sifat Ikhlas.
Rangkuman keikhlasan seorang hamba ada pada ketawadhu’annya. Orang yang mampu
bersikap Tawadhu’ berarti keikhlasan telah bersarang dihatinya. Bedanya,
ketawadhu’an lebih bersifat horizontal. Tawadhu’ banyak berhubungan dengan
manusia secara social. Sedangkan ikhlas lebih bersifat vertical, langsung kepada
Allah, Tawadhu’ bukan berarti menghinakan diri. Tapi Tawadhu’ adalah bentuk
penghambaan kepada Tuhan yang sesungguhnya.
Jika kita membaca Al-Qur’an, kitab-kitab hadist dansejarah,
akan banyak ditemukan disana dalil-dalil tentang keutamaan Tawadhu’. Sekedar
menyebut contoh misalnya, dalam surat Al-Furqon disebutkan tentang keutamaan dan
ciri-ciri orang yang Tawadhu’. Yang artinya: “dan hamba-hamba Tuhan yang maha
pengasih lagi maha penyayang itu (ialah) orang-orang yang berjalan diatas bumi
dengan rendah hati dan apabila orang-orang jahil menyapa mereka, mereka
mengucapkan kata-kata (yang mengandung) keselamatan).”
(QS.Al-furqon[25]:63).
Ayat ini menunjukan karakteristik orang-orang yang
Bertawadhu’. Mereka selalu menyapa dan mengucapkan salam (doa keselamatan)kepada
semua orang yang ditemuinya, tanpa melihat kelas social ataupun tingkat
kecerdasannya, orang bodohpun tetap dia sapa dan doakan. Sungguh ini merupakan
sifat profesionalitas yang sangat luar biasa. Bahkan secara lebih jauh Nabi
Muhammad SAW juga mengatkan bahwa orang yang bersikap Tawadhu’ ia akan diangkat
derajatnya. Sebuah derajat dan kehormatan yang sangat tinggi dihadapan Tuhannya.
“dan tidaklah seseorang bertawadhu’ kepada Allah kecuali Allah akan mengangkat
(derajat)nya.” (HR.Muslim).
Dalam hadist lain juga disebutkan : “barang siapa yang
bersifat Tawadhu’ karena mencari ridho Allah, maka Allah akan meninggikan
derajatnya. Ia menganggap dirinya tiada berharga, namun dalam pandangan orang
lain ia sangat terhormat. Barang siapa yang menyombongkan diri maka Allah akan
menghinakannya. Ia menganggap dirinya terhormat, padahal dalam pandangan orang
lain ia sangat hina. Bahkan lebih hina dari pada anjing dan babi.”
(HR-Al-Baihaqi). Tawadhu’ adalah ciri kemuliaan pribadi
muslim.
Hadist:
Dari Nawwas bin Sam'an radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shollallohu 'alaihi wa sallam beliau bersabda :
Hadist:
Dari Nawwas bin Sam'an radhiallahuanhu, dari Rasulullah Shollallohu 'alaihi wa sallam beliau bersabda :
"Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang menggangu jiwamu dan engkau tidak suka jika diketahui manusia" (Riwayat Muslim)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Tinggal Kan Komentar Mohon Jangan SPAM yang tidak mendukung blog ini !!!